Phobia 2

Saturday, March 13, 2010

Waktu edar : 9 September 2009, a.k.a 09.09.09

Waktu menonton :
Oktober 2009

Media menonton dan teman menonton :
Di Blitz Megaplex sama Ilham Maulana

Hal paling berkesan : Cerita terakhir. I laughed so hard.


Why bother making Alone 2? Everyone is already dead on the previous movie. And besides what kind of title is Alone 2 anyway? The whole point of Alone is there's no one else. Just one. Not two.


Ini film yang saya tunggu - tunggu banget, karena saya nonton 4bia. Waktu saya denger sutradara yang sama akan menyutradarai film ini, saya langsung pengen nonton. Dan pada dasarnya saya suka horror movies cause I'm not easily scared.

Segmen pertama berjudul Novice, tentang seorang anak bernama Pey yang sering melempari mobil dengan batu kemudian mengambil barang berharga dari pengemudinya. Ibunya memutuskan mengirim dia ke kuil untuk menjadi biksu. Disana dia dihantui oleh sesosok bayangan yang mengingatkan akan karma yang dia lakukan. Untuk saya segmen ini tidak terlalu seram. Biasa saja. Adegannya banyak yang bloody dan sadis, tapi untuk seram tidak juga. Sebenernya settingnya yang di hutan mendukung banget untuk sebuah film horor. Tapi realisasinya jadi dipaksakan.

Segmen kedua berjudul Ward, tentang seorang lelaki yang dirawat inap di rumah sakit dan terpaksa berbagi kamar dengan seorang kakek tua yang koma, yang ternyata tidak seperti kelihatannya. Segmen ini paling pendek, dan paling lemah. Saya lebih tidak takut lagi menonton segmen ini. Settingnya di sebuah kamar di rumah sakit. Not really creepy. Jadi so so lah.

Segmen ketiga berjudul Backpackers, ini entri zombie dari kompilasi horor ini. Seorang hitchikers dan pacarnya menumpang sebuah truk yang ternyata berisi hal - hal yang tidak terduga. Untuk saya segmen ini lumayan efektif. Tegangnya kerasa. Bloody juga. Untuk saya ini entri yang lumayan dari yang lain. Cuma karena saya memang suka zombie movie, jadi saya juga ga terlalu takut nonton ini. Cuma better lah dari yang lain.

Segmen keempat berjudul Salvage, tentang seorang wanita yang membeli mobil - mobil bekas kecelakaan dan mengubahnya menjadi mobil bagus lagi tanpa memberi tahu para pembeli. Ketika anaknya hilang, dia harus mencari anaknya diantara mobil - mobil yang sekarang tidak seperti kelihatannya. Untuk saya film yang ini juga efektif, lebih tegang tapi untuk saya tidak cukup seram. Endingnya efektif kalau saja saya ga baru nonton film yang ber-ending mirip dengan ini. Film ini sejajar dengan segmen keempat dalam hal keefektifan. Untuk seram, masih kurang seram juga menurut saya.

Segmen kelima berjudul In The End. Ini dia. This segment alone is worth buying ticket for. Semua pemainnya adalah pemain dari segmen In The Middle -nya 4bia, my favorite segment. Artis tokoh utamanya adalah cewe yang main jadi tokoh utama Alone, buatan sutradara yang sama, bermain sebagai parodi dari tokohnya sendiri. Bercerita tentang kru pembuatan film Alone 2 (That alone is a hilarious gag) yang harus menghadapi masalah ketika artis pemain hantunya, lengkap dengan makeup dan wig rambut panjangnya, harus dilarikan ke rumah sakit. Membuat twist dari stereotype film hantu , "Ternyata dia sebenernya sudah mati" dengan kocak dan unexpected. I laughed so hard. So does the whole theatre. This one segment shines through the rest.

Overall, film ini jauh lebih tidak seram dari 4bia. Segmen yang benar - benar bagus menurut saya adalah yang kelima, dan itu pun komedi horor. Saya sebenernya mau bilang kecewa sama Phobia 2, tapi segmen kelimanya begitu menghibur dan memorable dan ngebuat saya tetep bisa ngasih rekomendasi untuk nonton film ini. Watch it. It's a mediocre horror movie, but wait till you watch the fifth segment. You will be delighted and entertained.

1 comments:

R! said...

Hi!
Come check out my blog:
hungergamesseriestheories.blogspot.com
aweseome blog.

Post a Comment